Haha…
Begini kalimat yang pernah saya baca, ketika berjalan-jalan berkeliling dunia maya. Kalimat yang bermakna perintah untuk melakukan sesuatu. Agar kita dapat mengakses ke halaman yang kita kunjungi. Waih! Twait for a minute. Kita mencoba krosscek. Agar dapat menemukan solusi dari kalimat yang muncul baru saja. Dan kita pun sempat membacanya.
“Memangnya barusan engkau mampir ke situs apaan, Yan?”, tanya sahabat, padaku.
Lalu, saya pun menjelaskan dengan senyuman yang mengembang indah. Seperti ini senyuman yang hadir dari wajahku, teman…
Untuk selanjutnya, sang sahabat pun mengarahkan saya untuk melakukan sebuah tindakan terbaik. Agar, senyuman yang saya sampaikan padanya lebih banyak lagi. Ya, sahabatku itu adalah engkau, teman. Engkau yang pernah saya temui di sini, meski maya. Sahabat yang bagiku sangat berarti dalam melanjutkan langkah-langkah ini. Yes! Bersamamu, jalan ini kembali ku tempuh. Jalan ilmu. Jalan yang saya yakin dapat menyampaikan pada tujuan yang telah melambai-lambaikan telapaknya untuk segera ku raih. Tujuan itu, bernama gita cinta muslimah. Aha!
Sebenarnya, saya sudah punya akun yang berhubungan dengan apa yang diperintahkan oleh kalimat tadi. Namun, berhubung saya dalam posisi belum log in ketika mengakses halaman tersebut, maka kalimat indah itu hadir, segera. Meskipun demikian, saya masih belum mau akan log in ‘untuk saat ini’ karena saya belum mau. Titik. Jadi, kesimpulannya, saya belum lagi dapat melanjutkan akses ke halaman yang menjadi sumber kalimat perintah tersebut berasal. Ya, bukankah hidup ini adalah tentang pilihan, teman. Jadi, kita bebas untuk memilih akan melakukan apa? Kapanpun kita mau? Tentu saja dalam lingkup yang sebenarnya dan tetap dalam kebenaran. Tanpa semaunya yang tidak beralasan.
Nah! Akhirnya, saya mampir ke sini aja lagi. Karena, saya lagi log in di halaman ini. Intinya, lembar ini sedang stand by untuk menampung segala hal yang ingin saya tumpahkan padanya. Karena ia adalah salah satu sahabatku di dunia ini. Selain itu, karena di sini juga ada engkau wahai sahabat. Ya, sahabat yang ku cintai dan ku sayangi dengan sepenuh hati. Hihiii…
Betul. Betul. Betul sekali. Bahagianya terasa hati ini, ketika engkau tersenyum saat ini, wahai sahabat. Karena senyumanmu sangat berarti untuk mensegarkan wajah yang sedari tadi melebarkan sayapnya. Emang wajah kita apaan, yaa… kok pake melebarkan sayapnya segala. Ya, semisal yang bersayap-sayap…. aja kali yaa..?
Oia, teman. Bagaimana denganmu saat ini? Adakah engkau sudah mempunyai akun pada lembaran yang seperti ini? Wah! Kalau sudah punya, adalah baiknya kita berteman. Bagaimana?
Do you agree with me?